Bagaimana Kitab Suci dapat sempurna jika ditulis oleh manusia yang tidak sempurna? Dan jika tidak… bagaimana kita dapat menerimanya sebagai kebenaran harafiah?

See this page in: Inggris (English), Belanda, Jerman, Hungaria, Itali, Portugis, Russian, Spanyol, Swedia

Tidak ada alasan yang masuk akal mengapa hal ini tidak benar. Lagi pula, bahkan manusia yang tidak sempurna pun dapat berbuat benar pada suatu saat, teristimewa jika dibimbing oleh Seseorang yang sempurna.

Orang Kristen tidak menyatakan bahwa manusia yang menulis buku-buku dalam Kitab Suci selalu akurat dalam segala yang mereka katakan atau lakukan. Kita percaya bahwa Kitab Suci itu benar ketika ia menyatakan bahwa Tuhan membimbing orang-orang tersebut dalam tugasnya menulis Kitab Suci, dengan suatu jalan tertentu sehingga hasilnya adalah suatu buku yang sempurna. Rasul Petrus tanpa ragu mengatakan hal-hal yang bodoh selama hidupnya, tetapi Tuhan tidak mengijinkannya mengacaukan Kitab Suci dengan kesalahan-kesalahan besar tersebut.

2 Timotius 3:16 berisi pernyataan bahwa Kitab Suci berasal dari Tuhan, bukan manusia:

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Suatu penjelasan baku mengenai konsep “ilham” diberikan oleh Ryrie:

Pengawasan Tuhan terhadap para penulis begitu rupa sehingga, dengan menggunakan kepribadiannya masing-masing, mereka menyusun dan mencatat tanpa kesalahan wahyu Tuhan kepada manusia dalam kata-katanya sendiri yang orisinal. (Charles Ryrie, A Survey of Bible Doctrine (Chicago: Moody Press, 1972), p. 38)

Kita tidak tahu secara tepat bagaimana Tuhan menyempurnakan tujuannya menghasilkan Kitab Suci yang sangat akurat. Tetapi 2 Petrus 1:21 memberi suatu pengertian:

Tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Kata “dorongan” dalam ayat ini juga digunakan dalam Kisah Para Rasul 27:15 untuk menjelaskan bagaimana badai hebat meniup kapal Rasul Paulus terombang-ambing menyeberangi Laut Mediterania. Orang-orang di atas kapal dapat saja menghabiskan waktu sebagimana pilihan mereka, tetapi badai menentukan tujuan mereka ke Malta. Serupa, Tuhan membimbing para penulis Kitab Suci untuk menuliskan dengan tepat wahyu yang Dia inginkan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut

  • Kenneth Boa, God, I Don't Understand (Wheaton: Victor Books, 1971).
  • Henry Thiessen, Lectures in Systematic Theology, rev. ed. (Grand Rapids: Eerdmans, 1979).

[ Jika informasi ini berguna, pertimbangkanlah dalam doa untuk memberi sumbangan guna membantu menutupi biaya-biaya agar menjadikan pelayanan yang membangun iman ini tersedia bagi Anda dan keluarga Anda! Sumbangan bersifat tax-deductible (di Amerika). ]

Translated by: Jasinta

Pengarang: Dr. John Bechtle

Hak Cipta © 1996, 2005, Films for Christ, Semua hak dilindungi - kecuali seperti yang tercantum pada halaman “Usage and Copyright” yang memberi pengguna ChristianAnswers.Net hak untuk menggunakan halaman ini untuk pekerjaan mereka di rumah, kesaksian pribadi, gereja dan sekolah.

Films for Christ

ChristianAnswers.Net/indonesian
Christian Answers Network
PO Box 577
Frankfort KY 40602

Go to index page ChristianAnswers.Net
CAN Home
Shortcuts
Christian Answers Network HOMEPAGE dan DIREKTORI